Yang Lalu, Biarlah Ia Berlalu

Yang Lalu, Biarlah Ia Berlalu | Mengingati masa lalu dan menghadirkan kembali dalam kehidupan pada masa kini, kemudian bersedih di atas kedukaan dan kegagalan di dalamnya merupakan suatu tindakan yang tidak cerdik. Itu boleh disamakan dengan membunuh semangat, membunuh harapan dan menghalangi orang untuk menjalani kehidupan seadanya. 

Bagi seseorang yang berfikir, kejadian masa lalu akan disimpan, dilipat dan tidak akan diingat kembali. Kita seharusnya melupakannya dan mengurung di dalam penjara, mengikatnya dengan tali yang sangat kuat agar tidak dapat keluar melihat cahaya. Hal ini demikian kerana, kejadian yang berlaku pada masa lalu hanyalah sebahagian dari masa lalu dan telah berakhir.

Janganlah hidup di dalam mimpi mimpi buruk atau di bawah bayang bayang kesedihan masa lalu. Bangkitlah diri dari fantasi tersebut! Adakah anda ingin peristiwa buruk masa lalu berulang kembali? Adakah anda mengharapkan matahari kembali ke tempat asalnya, bayi ke dalam rahim ibunya dan air mata ke dalam kelopak mata, padahal semuanya hanya akan mengalirkan kembali air mata anda.

Dengan kembali ke masa lalu, bererti anda akan meresahkan kembali keresahan. Masa lalu tak ubah seperti api yang terus membakar dan melemparkan diri ke masa lalu merupakan keadaan yang sangat menyedihkan sekaligus menakutkan.

Membuka kembali lembaran masa lalu hanya akan merosakkan suasana yang ada dan mensia siakan perjuangan selama ini. Semuanya telah berlalu dan tidak akan berulang kembali. Dan tidak ada manfaatnya memutar kembali roda sejarah sekadar untuk melukiskan bencana pada zaman itu.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu adalah tidak ubah seperti orang yang menggiling tepung, padahal diri sendiri tergiling di dalamnya. Ada ungkapan nenek moyang kita dahulu yang patut direnungkan oleh orang orang yang menangisi masa lalu, "Janganlah kalian mengeluarkan mayat mayat itu dari kuburnya."

Dalam sebuah riwayat diceritakan, terdapat segolongan orang yang mengerti bahasa binatang. Orang orang tersebut bertanya kepada keldai, "Mengapa engkau tidak mahu merenungi apa yang telah berlalu?" Keldai itu menjawab, "Kerana aku tidak suka kebohongan."

Bencana dapat menimpa apabila kita lemah menghadapi masa kini dan menyibukkan diri dengan masa lalu. Kita mensia siakan keindahan istana yang kita miliki dan mempertaruhkan semuanya demi sebuah penampilan masa lalu yang telah usang. Padahal seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semual hal yang telah berlalu, nescaya mereka tidak akan mampu untuk melakukannya kerana pada dasarnya semuanya adalah mustahil.

Manusia sebenarnya tidak perlu melihat masa lalu dan memalingkan wajahnya ke belakang kerana angin akan terus berhembus ke depan, air mengalir ke depann, setiap kalifah akan berjalan ke depan. Oleh itu, janganlah menyalahi sunnah kehidupan. 

Sekadar perkongsian dari buku "Jangan bersedih, Dont be Sad", penulis Dr. 'Aidh bin 'Abdullah Al Qarni dan diterjemahkan oleh Noraine Abu. 

18 Comments


  1. Wah, terima kasih atas artikel pengingat ya. Benar apa yang dikatakan diatas, semakin diri sendiri menggigat masa lalu bukanya keadaan akan menjadi lebih baik justru malah membuat keadaan semakin memburuk dan kalau dibiarkan akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan pikiran. Saya kadang juga, sempat mengeluh dan membandingkan kehidupan saya dengan anak tetangga yang kok saya lihat hidupnya enak bisa mendapatkan apapun dengan mudah namun kok saya tidak namun saya tetap mencoba tenang dengan mencoba menjalani kehidupan dengan baik terus mencoba bahagia terus mencoba juga selalu bersyukur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Setiap orang ada jalan cerita hidupnya sendiri. Moga terus bersyukur :)

      Delete
  2. Terima kasih atas perkongsian! Jom looking forward while ambil positivity from the past :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perkara yang lepas boleh dijadikan pengajaran pada masa depan :)

      Delete
  3. Terima kasih atas perkongsian ni... tu la... benda dah lepas memang let go je...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Just let it go je. Hidup mesti diteruskan :)

      Delete
  4. Terima kasih.. Setiap yang datang ada asbab yang di beri oleh Tuhan.. :)

    ReplyDelete
  5. Sedang berusaha lari dari masa lalu dan takkan berhenti. Thanks atas kata-kata semangat. Tapi pernah juga baca, lagi kita try hard nak lupa, lagi kita akan teringat. So just live in the moment dan biar ia padam sendiri. At least that's how I cope la. Huhu

    ReplyDelete
  6. tapi kena gak ingat masa lalu utk mjaukan diri sendiri.. aminn

    ReplyDelete
  7. sebab tuu kenaaa tengokkk dihadapan selalu.. yg berlalu biarlaaaa ia berlalu.. :)

    ReplyDelete
  8. Masa lalu yang kita tak boleh nak ubah. Walaupun masih mengenang tetap kena move on untuk masa depan :)

    ReplyDelete
  9. Kadang-kadang susah hendak lupa. Terpacul dalam fikiran.

    ReplyDelete
  10. Sependapat!.
    Biarlah yang lalu, terutama hal buruk biarlah berlalu ..dan tidak untuk diingat kembali agar tidak menghambat langkah hidup selanjutnya.

    ReplyDelete
  11. kak ret baca ye... tgh x leh nk pikir nk bg komen apa heheeh

    ReplyDelete
  12. Setuju. Asyik mengingat masa lalu akan buatkan kita terperangkap di takuk lama.

    ReplyDelete
  13. tapi masa lalu yg buat kita downnn.. sighh but my tagline pun your future need u more than ur past haha

    ReplyDelete
  14. Barang lepas jangan dikenang, kalau dikenang meracun diri bak kata Allahyarham Tan Sri P.Ramlee. Yang buruk tu kita jadikan sempadan, yang baik tu kita jadikan pedoman. Kadang-kadang, ada yang gunakan masa lalu tu sebagai pengalaman untuk dia terus bangkit. Tapi tak semua orang macam tu...kadang-kadang bergantung dengan cara pemikiran.

    ReplyDelete

Maaf dipinta kerana bahasakan diri "aku"
Terima kasih sudi baca dan komen.